Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

perjalanan empat orang santriwati



 Assalamualaikum wr wb

Saya salah satu santri alumni pp HIDAYATUL MUSLIMIN 2 akan bercerita tentang sedikit perjalanan saya bersama teman teman saya selama berada di pesantren.

     Suatu ketika saya dan satu orang teman saya akan pergi ke sekolah, dan sebelum berangkat ke sekolah pastinya kami bersiap siap dengan menggunakan seragam, dan disaat kami menggunakan seragam, kami bercermin dan sambil berbicara. disela sela pembicaraan saya dengan teman saya, ternyata ada pembicaran saya yang membuat teman saya sakit hati, padahal apa yang di dengar oleh nya tidak seperti apa yang saya bicarakan. ahirnya karna dia merasa sakit hati, dia menjauhi saya.

    Pada awal nya, saya tidak menyadari akan kesalah pahaman yang di dengar oleh teman saya itu, selang beberapa waktu dia tidak mau lagi berteman dengan saya, dan pada saat itu saya mendapatkan teman lag sebagai penyemangat saya, awal nya kami hanya berdua dan pada akhirnya saya pertemana kami tidak hanya berdua melaikan empat orang. sedangkan teman saya yaang tadi memiliki kesalah pahaman dengan saya dia berteman dengan dua teman nya.

     Berteman nya dia dengan dua orang temannya malah membuat kami ber empat merasa agak tertanggu dengan mereka bertiga, seangkan saya sendiri berusaha utuk membuat maaf kepada teman yang memiliki kesalah pahaman dengan saya, tetapi itu tetp saja sia sia. mereka bertiga selalu mengusik kami ber empat. di saat itu saya merasa sangat bersalah kepada teman saya yang lain karna saya mereka ikut terusik dengan teman yang memiliki masalah dengan saya. dimana kami berada kami selalu di ganggu oleh mereka, tapi kami tidk pernah membenci mereka.

    Selang beberapa waktu, kami mulai menemukan jalan untuk mulai bersapaan. kami mulai menemukan jalan keluar dengan ada ny orang ke tiga. yaitu dengan adanya pertanyaan apa alasan mereka membenci kami. dari pertanyaan itu saya tau. ternyata temen saya  salah paham terhadap perkataan saya. di situ saya menjelaskan apa yang sebenarnya saya katakan, akhir nya dia mulai merasa bahwa dia hanyalah salah paham.

       Tepat pada tanggal kelahiran saya mereka bertiga mulai mau menyapa dan berbaur kembali kepada kami. kami memenag hampir menyerah dengan semua yang terjadi. karna semua nya terasa sangat berat terutama dengan saya sendiri. tapi saya menyadari dengan semuanya, bahw perjalnan dalam menuntut ilmu itu tidak lah mudah. setelah dari itu saya dan teman saya kembali akur dan sering bersenda gurau. kami berempat dan mereka bertiga kembali berbaur seperti layak nya santriwati yang berjalan bersama merasakan pahit manis nya dalam perihal menuntut ilmu.  

Posting Komentar untuk "perjalanan empat orang santriwati"